Ditengah transisi The New Normal ini, mari kita lanjutkan berbuat baik, dan terus berbagi untuk membantu masyarakat yang terdampak pandemi COVID-19 atau bisa juga disebut masyarakat rentan miskin, dan jangan pernah berhenti untuk berbagi, karena dengan berbagi ini kita bisa sama-sama melalui pandemi ini dengan baik,” Ujar Andy F Noya AndyFlores Noya bisa juga membuat penontonnya tertawa dengan pertanyaan-pertanyaan sederhana tapi mampu membangkitkan emosi tamu Kick Andy. Kick Andy menampilkan tamu-tamu yang berbeda dari talk show lain yang kebanyakan mengundang selebritis. Kick Andy tak hanya mengundang para seleb, tokoh politik, tapi juga orang-orang Ditengah kariernya, Andy menikah dengan Retno Palupi pada 1987 silam. Dari hasil pernikahannya, pasangan ini memiliki tiga buah hati bernama Mario Randy Lamas Noya, Marco Randy Parama Noya, dan Marlo Randy Ernesto Noya. Meski jarang tersorot, ternyata keluarga Andy F. Noya sangat harmonis. byDiego N R Flores. Download Free PDF Download PDF Download Free PDF View PDF. História da literatura ocidental Volume II. by Arlindo N A S C I M E N T O Rocha. Download Free PDF Download PDF Download Free PDF View PDF. 1] ORIGEM E FINALIDADE DO SONETO. by Wagner Schadeck. AndyFlores Noya (lahir di Surabaya, Jawa Timur, 6 November 1960; umur 51 tahun) adalah wartawan dan preenter televii !ndoneia" #ela$i yan% berdarah Ialahir dengan nama Andy Flores Noya, pada 6 November 1960 dari pasangan Ade Wilhelmus Flores Noya dan Nelly Mady Ivonne Klaarwater. Sejak kecil anak bungsu dari lima bersaudara ini hidup dalam kesederhanaan, ayahnya sehari-hari bekerja sebagai tukang servis mesin ketik sedang sang ibu membantu perekonomian keluarga dengan memanfaatkan keterampilan AndyF Noya is on Facebook. Join Facebook to connect with Andy F Noya and others you may know. Facebook gives people the power to share and makes the world more open and connected. AyahnyaAde Wilhelmus Flores Noya adalah seorang tukang servis mesin ketik. Andy sering mendapatkanperlakuan yang kurang baik dari teman-temannya. For faster navigation this Iframe is preloading the Wikiwand page for Andy F. Lahir dengan nama lengkap Andy Flores Noya ia dilahirkan di Surabaya 6 November 1960 sebagai bungsu dari lima bersaudara. Dalamperjalanan kariernya, Andy pernah menjadi host program Jakarta Round Up kemudian Jakarta First Channel di Radio Trijaya selama lima tahun (1994 sampai dengan 1999). Karier di Kompas TV. Pada tahun 2015 hingga 2017, Andy F. Noya dipercaya membawakan talkshow Big Andyflores noya (lahir 6 november 1960) adalah wartawan, penulis dan presenter televisi indonesia. Pastikan alamat yang anda masukkan sesuai alamat sekarang. Silahkan ikuti undian buku gratis minggu ini biografi andy f. Robert adhi ksp penerbit : Jika selama ini dia selalu mengangkat kisah hidup orang lain, yang menginspirasi. CcQdJlz. Wartawan menjadi cita-cita Andy Flores Noya sejak ia masih terbilang kecil. Tak heran, meskipun lulusan sekolah teknik, Andy ngotot melanjutkan kuliah di Sekolah Tinggi Publisistik STP. Ia mengaku tak tertarik pada teknik. Bungsu dari lima bersaudara keluarga Ade Wilhelmus Flores Noya dan Nelly Mady Ivonne Klaarwater ini lebih menyukai sastra. Ketika mendaftar di STP, Andy terbentur persyaratan administratif. Lulusan teknik tak boleh masuk sekolah publisistik. Ia lantas membujuk ibunya menemui rektor. Sang ibu pun memohon kepada rector STP agar putranya diperbolehkan menjadi mahasiswa. Pimpinan sekolah tinggi itu menyarankan agar mereka datang ke Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi Dirjen Dikti. Akhirnya, pihak Dikti luluh dan kemudian memberinya rekomendasi. Kalau tidak, dunia pers kita tidak akan menemui seorang Andy F. Noya. Semasa kuliah, lelaki berambut kribo itu mencoba terjun menjadi wartawan. Sentuhan pertamanya dengan dunia jurnalistik boleh dibilang tanpa sengaja. Waktu itu, sekitar pengujung Oktober 1985, ia mengantar seorang temannya melamar kerja di majalah Tempo - dan ia tertarik mengikuti tes. Andy pun diterima dan ditempatkan sebagai reporter buku Apa & Siapa Sejumlah OrangIndonesia yang diterbitkan oleh majalah berita mingguan itu. Di sanalah ia berkenalan dengan Rahman Tolleng, pemimpin penerbitan yang kemudian diakuinya sebagai guru jurnalistiknya yang pertama. Tempo adalah tonggak pertama dalam perjalanan karir Andy, yang dilakukan sembari kuliah. Tapi pada 1986, karena kesulitan membagi waktu, ia memutuskan berhenti kuliah dan berkarir penuh sebagai wartawan. Dua tahun bergabung dengan Tempo, ia sempat diusulkan direkrut penuh majalah pimpinan Gunawan Mohamad itu. Tapi, ia kemudian memilih pergi. Pada 1987, ketika harin Bisnis Indonesia terbit, Andy ditawari Lukman Setiawan salah seorang pendirinya untuk bergabung. Ia pun tergoda. Katanya, harian lebih dinamis. Selain itu, Tempo memiliki nama besar yang membuat Andy kurang nyaman dan merasa kehilangan jati diri. Andy termasuk 19 reporter pertama yang direkrut harian ekonomi tersebut. Peminpin redaksi saat itu, Amir Daud, diakui Andy sebagai gurunya yang kedua. Toh, Andy cuma betah sekitar dua tahun di sana. Pada 1988, lelaki humoris itu hengkang. Ia kemudian melompat ke Matra, majalah khusus lelaki. Suatu waktu, Matra hendak membuat liputan tentang prostitusi yang melibatkan para selebriti Indonesia. Andy “turun ke lapangan” dengan menyamar, lalu membayar kaki tangan seorang mucikari untuk menceritakan ihwal bisnis mereka. Sang mucikari ternyata pengusaha kayu. Setelah akrab dengan sumbernya, ia memberanikan diri mengorek seputar “bisnis syahwat” tersebut. Hasilnya, ia mendapat lebih dari cukup. Ia bahkan memperoleh daftar nama sejumlah selebriti perempuan, lengkap dengan alamat, nomor telepon, radio panggil, berikut tarifnya segala. Setelah majalah pimpinan Fikri Jufri itu memuat liputan esek-esek itu, akibatnya cukup menghebohkan. Andy bahkan diancam sang pengusaha, yang takut berdampak buruk atas bisnis perkayuannya. Lagi pula, karena dalam tulisannya Andy juga menyebutkan bahwa si mucikari itu alumnus salah satu universitas negeri pada 1973, giliran alumni perguruan tinggi itu mengajukan protes keras. Merasa tercemar nama baiknya, mereka menggugat “Majalah Trend Pria” tersebut. Pengalaman berkesan lain selama menjadi wartawan Matra adalah ketika mengikuti ekspedisi kapal Dewa Ruci. Sekitar sebulan, Andy ikut kapal latih milik Angkatan Laut RI itu yang melakukan pelayaran ke Thailand, Brunei, dan beberapa negara lainnya. Banyak pengalaman yang didapatnya, termasuk mabuk laut sampai berkali-kali ia termuntah-muntah. Ia menamainya “muntah kuning”. Sekitar awal 1992, Andy kembali gelisah. Naluri kutu loncatnya kambuh lagi. Apalagi ketika laporan peledakan Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah, tak bisa diturunkan. Lelaki berkaca mata minus itu kemudian loncat ke koran Media Indonesia MI. Hari pertama di harian itu membawa perubahan drastis dalam jam tidurnya. Ia merasa seperti dikejar-kejar setan. Ketika di Matra, Sabtu dan Minggu libur, dan pukul enam sore tiap hari kerja ia sudah bisa pulang ke rumah. Di MI ia terpaksa pulang tengah malam, dan pukul delapan pagi sudah berada di kantor lagi. Ketika stasiun televisi swasta marak bermunculan, Andy tergoda. Dalam benaknya terbersit, “Mungkin hidupku yang sejati ada di televisi”. Suatu siang pada 1998, saat semobil dengan bos MI, Surya Paloh, ia mengutarakan rencananya untuk pindah ke RCTI. Paloh bukannya mengizinkannya, ia malah menawarinya membikin televisi baru. “Kalau mau, kamu magang saja di RCTI, sambil kita pikirkan bikin televisi. Kamu tetap di Media saja,” kata Paloh kepada Andy waktu itu. Setahun berselang, rencana Paloh dan Andy pun terwujud. Pada 1999, berdirilah Metro TV. Stasiun televisi itu dibangun dengan konsep dan format CNN, televisi berita 24 jam nonstop milik Time Warner Inc. Konsep tersebut kemudian diracik kembali agar lebih membumi dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia. Di televisi berita pertama di Indonesia itu, Andy diberi kepercayaan penuh sebagai pemimpin redaksi. Hari-hari Andy di Metro TV boleh dibilang supersibuk. Ia terkadang baru pulang larut malam, bahkan pagi hari. Kendati demikian, hubungannya dengan keluarganya tetap hangat. Istrinya, Retno Palupi, yang dinikahinya pada 1987 menyebut bahwa hidup bersama Andy Noya itu penuh dinamika. Mereka dikarunia tiga anak lelaki. “Pagi-pagi anak-anak sudah dibangunkan dengan musik,” kisah Palupi. Lalu, di malam hari, menjelang terlelap, mereka berbagi cerita. Kadang-kadang salah seorang terpaksa mengingatkan yang lain agar tidur, karena besok keduanya harus bangun pagi untuk berangkat ke kantor. Palupi juga sering mengirim cerita-cerita lucu melalui internet. Andy menyebut istrinya “pendongeng”. Hari Minggu adalah hari keluarga. Andy bersama istri dan anak-anaknya seringkali pergi jalan-jalan. “Yang jelas, kalau Sabtu malam Minggu adalah waktu kami berdua untuk pacaran. Aku dan Andy jalan tanpa anak-anak,” ujar Palupi yang dulu juga pegawai Tempo.. Mereka berkenalan di sini. Andy F Noya Singkat Andy Flores Noya, Jurnalis, presenter talkshow / Jurnalis Berjiwa Kemanusiaan 6 Nov 1960 Direktori A Laki-laki, Kristen Katolik, Jawa Timur, Wartawan, presenter, jurnalis, kemanusiaan, talkshowLahirSurabaya, Jawa Timur, 6 November 1960PekerjaanJurnalis, presenter talkshowAnakMario Randy Lamas NoyaMarco Randy Parama NoyaMarlo Randy Ernesto NoyaOrang tuaAde Wilhelmus Flores Noya Ayah dan Nelly Mady Ivonne Klaarwater IbuPendidikanDiploma 3 D-3 Sekolah Tinggi Publisistik STP, Jakarta 1985STM Negeri 6, Jakarta 1980ST Negeri Jayapura 1976SD Sang Timur, Malang 1973KarirPemimpin redaksi Metro TV 2000-sekarangPejabat sementara Asisten Redaktur Media Indonesia 1998-2000Pejabat sementara Redaktur Bidang Umum Media Indonesia 1997Ketua Tim Breku/Penjab halaman 1&20 Media Indonesia 1997Penjab edisi minggu Media Indonesia1997Redaktur edisi minggu Media Indonesia 1997-1998Ketua Tim Berita Keuangan Media Indonesia 1994Asisten redaktur eksekutif Media Indonesia 1992-1993Redaktur ekonomi/Ketua Tim Breku Media Indonesia 1993-1994Redaktur relaksana majalah Matra 1990-1992Redaktur majalah Matra, 1988-1989Koordinator reportase majalah Matra 1989-1990Redaktur harian Bisnis Indonesia 1987-1988Koordinator reportase harian Bisnis Indonesia 1987-1988Asisten redaktur harian Bisnis Indonesia 1987-1988Reporter harian Bisnis Indonesia 1987-1988Reporter majalah Swa Sembada 1986-1987Reporter Apa & Siapa majalah Tempo 1985-1986Alamat RumahJalan Anggrek Bulan III, Blok D 53, Kompleks Anggrek Loka, Bumi Serpong Damai, TangerangTelepon021-5736378 Advertisement Twitter Data Tokoh Indonesia Andy F. NoyaJournalist and founder, BenihBaikA talk-how host with a big heart, TV presenter and journalist Andy F Noya puts the voices of the marginalised into the forefrontTalk-show host Andy Flores Noya is a legend in Indonesian TV circles, having been on air from 2006-2020. He is known for elevating the voices and life stories of those under-represented, and having them as guests on his platform. This has made Noya an inspiration in the community. Noya’s show often highlighted educational and inspirational stories, and has received accolades like the Panasonic Gobel Award and the Indonesian Broadcasting Commission Award. As a host, Noya has received Panasonic Gobel Awards on eight occasions. He began his career as a print journalist in 1985, and he moved up to become editor-in-chief with some titles. Noya was also passionate about giving back to the under-privileged. In 2019, Noya co-founded a crowd-funding platform for philanthropic causes. A year later, he raised about billion through to help those affected by the - CONTENT CONTINUES BELOWDid You Know?Noya also founded the Kick Andy Foundation, and has helped support people with disabilities, cataract patients, education causes and other social-service missions.